~ hilham XI IPA 2 di 06.27
~
Sistem ekskresi
adalah sistem pengeluaran zat-zat sisa metabolism yang tidak berguna bagi tubuh
dari dalam tubuh, seperti menghembuskan gas CO2 ketika bernafas, berkeringat,
dan buang air kecil.
SISTEM
EKSKRESI PADA MANUSIA
Alat
ekskresi pada manusia adalah hati, paru-paru, kulit, dan ginjal.
Ginjal
Fungsi
ginjal adalah menyaring darah sehingga
menghasilkan urine, membuang zat-zat yang membahayakan tubuh, membuang zat-zat
yang berlebihan dalam tubuh, mempertahankan tekanan osmosis cairan
ekstraseluler, mempertahankan keseimbangan asam dan basa, mengatur volume
plasma darah dan jumlah air di dalam tubuh, dan menjalankan fungsinya sebagai
hormone, dengan menghasilkan dua macam zat, yaitu renin dan eritropoitetin yang diduga memiliki
fungsi endokrin.
Struktur
ginjal yaitu korteks(bagian luar ginjal), medulla(bagian dalam ginjal),
dan pelvis(ruang kosong dalam ginjal). Pada bagian korteks terdapat nefron yang merupakan unit fungsinal dan
merupakan struktur terkecil. Nefron tersebut terdiri dari dua unsur yaitu unsur
epitel dan unsur pembuluh. Unsur epitel
terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan kantong
henle. Pada bagian unsur pembuluh terdiri dari glomerulus, arterial yang
terdiri aferen dan eferen, dan ada juga pembuluh tubuler. Nefron ada dua macam,
yaitu nefron korteks dan nefron jukstamedula.
Nefron korteks terletak di bagian korteks dan umumnya ditandai dengan adanya
lengkung henle yang pendek. Nefron jukstamedula memilki glomerulus yang
letaknya dibagian korteks dekat dengan bagian medulla serta memiliki lengkung
henle yang panjang dan menjulur jauh ke dalam bagian medulla. Pada bagian medulla terdapat piramida ginjal dan piala ginjal yang banyak mengandung
pembuluh-pembuluh untuk mengumpulkan hasil ekskresi. Pembuluh tersebut
berhubungan dengan ureter yang bermuara
pada kantung kemih (vesica urinaria).
Fungsi dari kantung kemih tersebut adalah sebagai tempat penampungan urin
sementara. Sedangkan pelvis
berfungsi menampung hasil ekskresi dari medulla lalu menyalurkan ke ureter
kemudian ke kantung kemih.


Pada
ginjal terjadi pembentukan urine. Proses
pembentukan urine terdiri dari filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Proses
pembentukan urine ini dibantu oleh hormone
antidiuretic. Proses filtrasi
terjadi di glomerulus di bagian korteks, menghasilkan urine primer yang masih
mengandung glukosa, asam amino dan zat lain yang dibutuhkan tubuh. Reabsorpsi terjadi di bagian tubulus kontortus
proksimal, distal, dan lengkung henle. Pada proses ini terjadi pengabsorpsian
zat-zat yang masih terdapat pada urin primer seperti asam amino dan glukosa.
Pada proses augmentasi terjadi penambahan
zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke urin sekunder seperti vitamin B dan
vitamin C yang berkelebihan, obat, serta hormone yang tidak dibutuhkan tubuh.
Kelainan
Pada Ginjal
-Nefritis = peradanagn nefron karena terinfeksi
bakteri strepthococcus.
-Uremia = urin bedara dalam darah
-Anuria = tidak mampu membuat urin
-Albuminaria = protein ada dalam darah karena
glomerulus bocor
-Diabetus Insipitus = Terjadi karena kekurangan
hormone ADH
-Diabetus Meliitus = terjadi karena kekurangan
hormone insulin
-batu ginjal = terbentuknya batu ginjal pada
pelvis ginjal
Paru-Paru
Paru-paru
merupakan organ pernafasan tetapi memiliki
peranan dalam sistem eksresi sisa-sisa hasil metabolism berupa karbon dioksida
dan air dalam bentuk uap air. Sisa metabolism dari jaringan diangkut
oleh darah menuju ke paru-paru untuk dibuang. Proses pembuangan diawali dengan
berdiskusinya karbon dioksida dari sel-sel ke dalam darah, melalui cairan
jaringan dan akhirnya masuk ke dalam alveolus. Dari alveolus, karbon oksidasi
akan dikeluarkan melalui udara yang dihembuskan pada saat ekspirasi.
Hati
Hati
merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh yang terletak dibagian kanan atas
rongga perut. Fungsi hati dalam sistem ekskresi adalah menghasilkan empedu secara terus menerus yang ditampung dalam kantung
empedu. Empedu mengandung air, asam empedu, garam empedu, kolesterol,
fosfolipid, zat warna empedu dan beberapa ion.
Kulit
Kulit
merupakan organ terbesar yang
terdapat di seluruh permukaan tubuh dan terdiri dari beberapa jaringan yang
memiliki fungsi spesifik. Fungsinya adalah sebagai
alat pelindung tubuh terhadap segala bentuk rangsangan. Selain itu,
kulit juga berfungsi untuk mengeluarkan
keringat yang merupakan salah satu sistem ekskresi.
Berdasarkan
strukturnya, kulit terdiri dari dua lapisan yaitu epidermis(lapisan luar) dan
dermis(lapisan dalam). Epidermis
terdiri dari stratum korneum, stratum lusidum,
stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale. Stratum korneum mengalami deskuamasi (kehilangan
sisik) secara terus menerus pada permukaannya. Sel-sel yang kehilangan sisik
tersebut mengalami pemberharuan selama proses keratinisasi(pembentukan zat
tanduk/keratin). Dibawah stratum korneum terdapat lapisan yang mengandung
butir-butir melanin yang merupakan pigmen hitam pada kulit yang dihasilkan oleh
melanosit. Dibawahnya terdapat stratum spinosum dan stratum basale yang
merupakan tempat terjadinya proliferasi sel dan awal terjadinya keratinisasi.
Lapisan dermis sebagian besar terdiri dari kolagen, retikuler, dan elastin. Dermis merupakan
jaringan penyambung. Pada dermis juga terdapat rambut,
pembuluh darah, kelenjar minyak, kelenjar keringat dan saraf.
Pengeluaran keringat terjadi dibawah pusat
pengaturan suhu yaitu hipotalamus. Aktivitas kelenjar keringat
juga dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan dan suhu didalam pembuluh
darah. Ketika suhu meningkat, kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh
darah melebar sehingga aliran darah lebih banyak. Hal tersebut menyebabkan
penyaringan air dan sisa metabolism oleh kelenjar keringat meningkat.
Meningkatnya aktivitas kelenjar keringat menyebabkan keluarnya keringat dari
kulit dengan cara penguapan. Penguapan pada permukaan kulit akan menurunkan
suhu sehingga akan mengurangi rasa panas pada tubuh.
SISTEM
EKSRESI VERTEBRATA
Ginjal
pada vertebrata seperti manusia tetapi terdapat beberapa perbedaan struktur dan
fungsi tergantung pada lingkungan hidup hewan tersebut. Tipe ginjal pada
vertebrata ada beberapa macam, yaitu pronefros,
opistonefros, mesonefros, dan metanefros. Pronefros
adalah ginjal yang berkembang pada fase embrio atau larva yang selanjutnya akan
berubah menjadi mesonefros lalu menjadi metanefros pada akhirnya. Opinefros adalah tipe ginjal yang terdapat
pada amfibi ikan.
Pada ikan,
ekskrsi terjadi pada sepasang ginjal(opistonefros) memanjang dan berwarna
kemerah-merahan. Pada beberapa jenis ikan, contohnya ikan mas, saluran ginjal
menyatu dengan saluran kelenjar kelamin yang disebut saluran urogenital. Pada
ikan yang bernafas dengan insang, urin dikeluarkan melalui kloaka atau porus
urogenitalis dan karbondioksida dilekuarkan melalui insang. Sedangkan pada ikan
yang bernafas dengan paru-paru, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru
dan urin melalui kloaka. Pada ikan yang hidup di air tawar dengan ikan yang
hidup di laut memiliki mekanisme ekskresi yang berbeda. Ikan yang hidup di air
tawar mengeksresi ammonia dan aktif menyerap oksigen melalui insang, serta
mengeluarkan urin dalam jumlah besar. Sebaliknya, ikan yang hidup di laut akan
mengekskresikan ammonia melalui urin yang jumlahnya sedikit.

Pada katak, ekskresi terjadi di sepasang ginjal(opestonefros) yang terletak di kanan dan kiri
tulang belakang. Ginjalnya berwarna merah kecoklat-coklatan. Ginjal berfungsi
sebagai alat penyaring yang akan mengeluarkan zat sisa, yaitu garam-garam
mineral dan cairan dari darah. Saluran ekskresi katak merupakan saluran yang
akan bermuara di kloaka. Pada katak jantan, saluran ginjal dan saluran
kelaminnya menyatu tetapi tidak pada katak betina.
Sistem
eksresi pada reptile terjadi pada
ginjal(metanefros) yang sudah berkembang
sejak embrio. Ginjal ini dihubungkan oleh saluran ke kantung kemih dan langsung
bermuara ke kloaka. Selain ginjal, reptile juga mengalami ekskresi pada
kelenjar kulit yang meghasilkan asam urat tertentu yang berguna untuk mengusir
musuh.
Sistem
ekskresi pada burung terjadi pada
ginjal(metanefros), paru-paru dan kulit.
Sepasang ginjal burung berwarna coklat. Saluran ekskresinya terdiri dari ginjal
yang menyatu dengan saluran kelamin pada bagian akhir usus(kloaka). Burung
mengsekresi asam urat dan garam. Jika kelebihan larutan garam akan mengalir ke
rongga hidung dan keluar melalui nares. Burung hampir tidak memiliki kelenjar
kulit tetapi memiliki kelenjar minyak pada tungginya dan kelenjar minyal ini berguna
untuk meminyaki bulu-bulunya.
SISTEM
EKSKRESI INVERTEBRATA
Pada
cacing pipih terjadi proses pengeluaran zat sisa misalnya Planaria yang dilakukan melalui pembuluh
bercabang-cabang yang memanjang pada bagian samping kiri dan kanan di sepanjang
tubuhnya. Setiap cabang berakhir pada sel-sel api (solenosit) yang dilengkapi dengan silia (bulu getar), Saluran
ini disebut protonefridium. Silia pada setiap sel api akan selalu
bergerak. Akibat dari gerakan silia tersebut, air atau cairan tubuh dan zat
sisa yang sudah disaring di dalam sel api akan terdorong masuk ke dalam saluran
ekskresi. Dari saluran ekskresi, cairan tubuh dan zat sisa kemudian dikeluarkan
dri tubuh melalui suatu lubang yang disebut nefridiofor.

Cacing
tanah yang termasuk ke dalam kelompok Annelida,
pada setiap segmen terdapat sepasang ginjal atau nefridum,
kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen terakhir. Setiap nefridium memiliki
corong yang terbuka dan bersilia yang disebut nefrostom. Cairan tubuh ditarik
dan diambil oleh nefrostom, yang kemudian masuk ke dalam nefrida yang berupa
pembuluh panjang dan berliku-liku. Pada waktu cairan tubuh mengalir melalui
nefridia terjadi penyerapan kembali zat-zat yang masih bermanfaat, seperti
glukosa, air, dan ion-ion. Zat-zat tersebut diedarkan ke seluruh kapiler sistem
sirkulasi. Sedangkan sisa cairan tubuh, seperti air, senyawa nitrogen, dan
garam-garam yang tidak diperlukan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui ujung
nefrostom yang berupa lubang atau disebut nefridiofor.

Alat ekskresi pada serangga disebut tubula atau
pembuluh Malpighi. Pembuluh Malpighi merupakan tabung kecil yang
panjang. Pembuluh Malpighi terletak dalam homosol dan tergenang di dalam darah.
Bagian pangkal pembuluh Malpighi melekat pada ujung anterior dinding usus dan
bagian ujungnya menuju ke homosol yang mengandung hemolimfa(darah pada
invertebrate dengan sistem peredaran darah terbuka). Pembuluh Malpighi bagian
dalam tersusun oleh selapis sel epitel yang berperan dalam pemindahan urea,
limbah nitrogen, garam-garam, dan air dari hemolomfa ke dalam rongga pembuluh,
lalu diserap kembali secara osmosis di rectum untuk diedarkan ke seluruh tubuh
hemolimfa. Sebaliknya, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai
Kristal asam urat yang akan dikeluarkan bersama feses melalui anus.

UJI PEMAHAMAN
1. Apa itu sistem ekskresi?
2. Sebutkan organ ekskresi pada
manusia!
3. Apa saja bagian ginjal?
4. Apa saja unsur nefron, sebutkan
bagian bagiannya!
5. Apa saja kelainan pada ginjal yang
telah kamu ketahui?
6. Hormon apa yang diperlukan untuk
mengatasi penyakit diabetes mellitus?
7. Sebutkan tipe ginjal pada
vertebrata!
8. Pada ikan yang bernafas dengan
insang, darimanakah urine dikeluarkan?
9. Organ terbesar pada tubuh adalah …
1. Kelenjar terbesar pada tubuh adalah
…
1. Pada serangga alat ekskresinya
disebut …
1. Burung menskresi … dan …